To Live is Christ To Die is Gain

Tetapi kondisi hidup adalah lebih berguna. Itulah tujuan Tuhan menurunkan kita di dunia, ada suatu rencana atas kehadiran kita, suatu pekerjaan baik, tempat kita di dunia ini. Sesuatu yang besar dan berarti. Karena itu kita punya semangat hidup, punya semangat untuk sembuh jika sakit, punya semangat untuk menghindar dari malapetaka/bahaya/maut. Bukan karena kita takut mati, tetapi karena yakin masih ada pekerjaan untuk kita kerjakan.

Fil 1:21  Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. 

Seperti semangat kawan-kawan, kematian tentunya bukan masalah bagi orang percaya. Tetapi proses untuk punya sikap “bukan masalah” ini bagi sebagian/banyak orang tidaklah mudah, perlu waktu dan pergumulan panjang, dan mungkin berkali-kali. Ada banyak yang dipikirkan: apakah hidup saya telah berkenan? bagaimana suami/istri, anak saya, mimpi saya? dst…

Kita akan dituntun Tuhan sampai pada titik berserah dan damai sejahtera.

Tetapi kondisi hidup adalah lebih berguna. Itulah tujuan Tuhan menurunkan kita di dunia, ada suatu rencana atas kehadiran kita, suatu pekerjaan baik, tempat kita di dunia ini. Sesuatu yang besar dan berarti. Karena itu kita punya semangat hidup, punya semangat untuk sembuh jika sakit, punya semangat untuk menghindar dari malapetaka/bahaya/maut. Bukan karena kita takut mati, tetapi karena yakin masih ada pekerjaan untuk kita kerjakan.

Ef 2:10  Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

We have become his poetry, a re-created people that will fulfill the destiny he has given each of us, for we are joined to Jesus, the Anointed One. Even before we were born, God planned in advance our destiny and the good works we would do to fulfill it! (The Passion)

Tetapi yang menentukan itu bukan kita, melainkan Tuhan. Kita merasa masih perlu, tetapi Tuhan mungkin berkata: cukup. Kapan kita tahu cukup? Ya kalau udah meninggal. Kalau belum meninggal, berjuanglah supaya tetap hidup. Hindari bencana, cegah kemungkinan sakit, usahakan kesehatan, dst. Kesehatan bagian kita, umur bagian Tuhan (begitu kata seorang kawan). Dan nikmatilah hari demi hari, jam demi jam, saat demi saat dalam Dia sepenuhnya… 24/7 hidup kita adalah di dalam Dia.

Ams 27:12  Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka.

Mari kita saling dukung satu sama lain… Tetap semangat.

Salah satu lagu favorit ketika SMA, versi sedikit berbeda.

Renungan dari Film Ten Commandments

  1. Allah mau melakukan sesuatu, Dia bisa saja melakukannya sendiri, tetapi mengapa Dia mengajak Musa (dll) untuk bekerja melakukannya?
    • Kelihatannya Dia ingin manusia/kita mengalami Dia di dalam kehidupan ini.
    • Segala emosi dan sifat-sifat manusia akan mengalami Dia dalam segala dinamikanya.
  2. Dia besar, Musa sekali mengalami kehadirannya (di semak berapi tsb). Lalu Musa melangkah dalam ketaatan dan iman. Apakah Dia akan melakukan lagi seperti yang Dia katakan? Seperti yang Dia nyatakan? Apa jaminannya? Percaya.
  3. Ada saat Tuhan banyak turun tangan berperang dan melakukan sesuatu, tetapi orang perlu belajar berperang dan berusaha untuk melakukan sesuatu di masa-masa kemudian. 
    • Apakah ini adalah bagian dari kedewasaan? Ketika kita kecil, orang tua banyak melakukan, tetapi makin besar, kita akan lebih banyak melakukan.
    • Masalah kemampuan kita, juga adalah hasil dari upaya kita, latihan kita, bukan sesuatu yang gifting.
    • Ada perubahan kemampuan yang harus dilatih sesuai dengan masa/fase kehidupan kita. Mungkin suatu saat perang, suatu saat pengembangan teknologi. Jangan terpaku dengan teori, tetapi lihatlah secara dinamis apa yang sedang dihadapi dan apa yang perlu dikembangkan untuk menghadapinya.
  4. Bagaimana Dia berkomunikasi/memimpin Musa?
    • Dengan berbicara langsung?
    • Mengajar dia berpikir.
    • Dia hadir setiap saat, suatu misteri mengalami kehadiran dan penyertaan serta pimpinan-Nya. Dia melihat, mendengarkan, dan mengatakan sesuatu.

Melihat Kristus Dimana-mana

Nah, bisakah kita menemukan Kristus di tiap bacaan kita dari kitab suci Perjanjian Lama? Misalnya, beberapa waktu lalu, dalam suatu pertemuan spesial di KL, mas Agung mengajak kami merenungkan Mzm 84. Apakah saya melihat Kristus di sana? Kristus seperti apa yang saya temukan? Wah, indah sekali…

be a spy

Saya cukup senang, atau senang sekali, dengan satu bagian kisah Kristus di Luk 24, ketika Dia berjalan kaki dengan dua orang ke Emaus itu (setelah kebangkitan-Nya). Ada banyak detail menarik.

Luk 24:27  Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. 

Cukup menggairahkan jika bisa mendengar apa yang tertulis tentang Dia, misalnya di kita Mikha atau Hagai. 🙂 Dan betul, memang itu menggairahkan.

Luk 24:27  Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. 

Nah, bisakah kita menemukan Kristus di tiap bacaan kita dari kitab suci Perjanjian Lama? Misalnya, beberapa waktu lalu, dalam suatu pertemuan spesial di KL, mas Agung mengajak kami merenungkan Mzm 84. Apakah saya melihat Kristus di sana? Kristus seperti apa yang saya temukan? Wah, indah sekali…

Betapa disenangi tempat kediaman-Mu, ya TUHAN semesta alam!
Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.
Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya TUHAN semesta alam, ya Rajaku dan Allahku!
Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau. Sela
Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!
Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.
Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.
Ya TUHAN, Allah semesta alam, dengarkanlah doaku, pasanglah telinga, ya Allah Yakub. Sela
Lihatlah perisai kami, ya Allah, pandanglah wajah orang yang Kauurapi!
Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.
Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.
Ya TUHAN semesta alam, berbahagialah manusia yang percaya kepada-Mu!

Kalajengking di Padang Gurun

Waktu itu terjadi, sungguh nyata tantangan umat-Nya adalah padang gurun, kalajengking… Nuansa yang sama, kita di zaman sekarang juga mengalami “padang gurun” dan “kalajengking”.

Ul. 8:15 TUHAN memimpin kamu melalui padang gurun yang luas dan dahsyat, yang banyak ular berbisa dan kalajengkingnya. Di tanah yang kering tanpa air Ia membuat air mengalir dari batu, supaya kamu dapat minum sepuas-puasnya.

kak Winda menyorot (highlight) ayat ini bbrp waktu lalu. Membaca ayat ini mengingatkan saya salah satu sisi masa lalu/masa muda saya.

Ketika SMA, kami didisiplin membaca Alkitab, the whole bible, urut dari Kejadian sampai Wahyu, setahun sekali.

Membaca keseluruhan seperti itu memberikan banyak nuansa-nuansa dan detail-detail. Banyak detail terasa lucu/menggelikan kalau dibandingkan dengan zaman sekarang.

Tapi banyak sekali hal menarik kalau kita berpikir sedikit, atau tepatnya: kalau Tuhan menyatakannya.

Tuhan yang sama ribuan tahun yang lalu, Tuhan yang sama saat ini. Ketika Dia berlaku sesuatu di suatu masa ribuan tahun yang lalu, mungkin ada nuansa yang sama ribuan tahun kemudian.

Kembali ke ayat di atas. Waktu itu terjadi, sungguh nyata tantangan umat-Nya adalah padang gurun, kalajengking… Nuansa yang sama, kita di zaman sekarang juga mengalami “padang gurun” dan “kalajengking”.

Perjalanan dalam kuliah, pekerjaan, hubungan pacaran, dst… bisa jadi seperti padang gurun dengan banyak kalajengking.

Keep strong. Tuhan beserta kita. Air akan mengalir dari batu, minumlah sepuasnya. 🙂

NB: Foto ilustrasi, kemarin (18 Mei 2019) di Sopo Marpingkir HKBP Pulo Gebang. Selalu senang bertemu sahabat-sahabat ini. 🙂

Komitmen dan Keindahan

Anak-anak muda sekarang bertanya: mengapa saya harus menikah jika tidak ada keindahan dalam pernikahan? Tapi apakah keindahan itu otomatis ada dalam pernikahan?

Anak-anak muda sekarang bertanya: mengapa saya harus menikah jika tidak ada keindahan dalam pernikahan? Tapi apakah keindahan itu otomatis ada dalam pernikahan? Keindahan sudah didesain, tapi perlu diupayakan. Dan perlu komitmen untuk keindahan itu berkembang.

TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu. (Kej 2:18,22-25)

Pernikahan (dan secara umum: hubungan antar manusia) adalah desain dasar Tuhan. Dia merencanakan/menciptakan/merindukan suatu hubungan kasat mata di bumi ini yang menyatakan keindahan hubungan di antara “KITA” (Kej 1:26). Segala yang diciptakan-Nya adalah: sungguh amat baik. (1:31)

Komitmen kita adalah komitmen kepada Firman Tuhan/Kristus sendiri, dan komitmen pada pasangan sesuai yang dinyatakan Kristus. Tanpa suatu patokan dasar bagi hidup kita, kita tidak akan jelas kemana arah hidup kita. Inilah patokan itu: sekali ditetapkan dan diyakini (this is flesh of my flesh, bone of my bone), sudah titik.. itulah yang terbaik.

Keindahan adalah subjektif dan perseptif. Dengan kasih, kita akan melihat keindahan orang lain/pasangan kita apapun keadaannya. Latihlah otak/pikiran untuk bisa melihat dan menikmati keindahan itu.

Note: Ini diskusi pranikah dengan satu pasang kawan, 21 April 2019. Obrolannya lebih dari 2 jam, banyak sekali pernak-pernik detailnya, rupanya sulit menuliskannya. 🙂