Mengenang Sahabat, Busmin

Di saat sama Tuhan menyambut Busmin, di saat sama Dia berduka dg Margie dan selalu memperhatikan Margie.

Hari ini, 23 Oktober 5 tahun yang lalu, salah satu sahabat kita, Busmin, meninggal dunia karena (diduga) hal jantung di Medan. Sebuah kejadian cepat yang membuat terkejut. Tetapi dengan waktu, Tuhan telah menuntun istri dan anak-anak yg ditinggal untuk terus mengalami kasih-Nya. Sekarang istri dan anak-anak tinggal di Depok (kembali). Paling dekat dengan rumah kel Dhany Barus atau kel Wilson Rajagukguk dan tentu kak Fitrie Sinambela. Tuhan kiranya terus memelihara… 🙏

Proverbs 10:7
(CEV)  Good people are remembered long after they are gone, ….
(ERV)  Good people leave memories that bless us, ….
(ESV)  The memory of the righteous is a blessing, ….
(Indonesian BIS)  Kenangan akan orang baik merupakan berkat, ….
(Indonesian TB)  Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat, ….
(KJV)  The memory of the just is blessed: but the name of the wicked shall rot.

for our prayers 🙏

Izin post sambutan di bawah ini, yang disampaikan pada saat ibadah pemakaman di Medan, melalui zoom (online), Oktober 2021.

Saya Setya Budi dari Jakarta, anggota kepemimpinan nasional dari lembaga pelayanan Para Navigator. Izin kepada keluarga dan para sahabat baik di lokasi maupun di zoom, untuk menyampaikan sepatah dua patah kata khususnya untuk Margie yang berduka.

Lembaga pelayanan PN telah mengenal Busmin sejak dia masuk kuliah di Unpad tahun 1997. Navigator -di belakang layar- telah ikut serta menolong pertumbuhan rohani almarhum sejak di kampus, sehingga terlihat dia telah menjadi alumni yang berkontribusi besar dan nyata bagi masyarakat, bangsa dan keluarga.

Kami atas nama pimpinan Navigator dan keluarga besar Navigator di seluruh Indonesia menyampaikan rasa dukacita kami yang mendalam atas kepergian sahabat kami Busmin Silaen pada hari Sabtu 23 Oktober 2021 di Medan.

Saya pribadi mengenal Busmin ketika dia dan Chandra dkk  yang ambil S2 di UI pada awal 2000-an. Busmin adalah sahabat yang baik, yang semangat, yang rajin misalnya berolahraga bersama kami (main bola di kampus UI pada waktu itu). Sekitar tahun 2004-2005 mereka lulus dan berkarir di berbagai penjuru nusantara.  Tetapi tiba-tiba, akhir tahun 2010 atau awal 2011 Busmin datang ke rumah kami di Depok bersama seorang gadis cantik yang dibawanya, Margie, dan berkata: mas Setyo, saya mau menikah dg Margie, mohon bimbingannya.

Dengan kata-kata yang mantap itu, saya waktu itu tahu dan yakin sekali di hati saya, bahwa Busmin akan menjadi suami yang bertanggung jawab dan penuh kasih meski waktu itu baru mengenal Margie sekitar 3 bulan. Margie adalah alumni UI Farmasi angkatan 2003.

Ketika mereka pindah ke Medan, saya beberapa kali bertemu karena saya juga sering bertugas ke Medan. Mereka pandai membawa diri. Busmin dan Margie sangat baik kepada kami dalam kunjungan kami di Medan.

Kami berdukacita. Tetapi kami juga yakin Tuhan penuh kasih pada kita semua. Busmin telah memberikan dan meninggalkan apa yang perlu dan cukup buat Margie dan anak-anak (Angel, Cio, Palito). Margie dan anak-anak punya keluarga besar yang akan terus mendukung, punya keluarga Navigator Medan (Helen, Nangin dkk semua) yang akan menemani selalu.

Mzm 116:15  Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya. 

How painful it is to the LORD when one of his people dies! (GNB)

You are deeply concerned when one of your loyal people faces death. (CEV)

Di saat sama Tuhan menyambut Busmin, di saat sama Dia berduka dg Margie dan selalu memperhatikan Margie.

Seharian ini kami akan sabar mengikuti dan mendoakan Margie meski hanya lewat zoom.  Rasanya kami pun tak ingin melepas sahabat kami… Selamat jalan dan selamat beristirahat, sahabat kami Busmin Silaen. Navigator Indonesia, Unpad, UI/Depok dan Medan sangat berdukacita, dan mendoakan Margie serta keluarga yang ditinggal. Tuhan mengasihi dan beserta kalian dan kita semua. Amin.

Medan, Sep 2015

Bayangan dan Hakikat

diambil dari DAILY BIBLE VERSES 

Aturan-aturan yang tampak seperti kekudusan dapat secara diam-diam memisahkan Anda dari satu-satunya Kepala yang memberi kehidupan.

Today’s Verse

These are a shadow of the things to come, but the substance belongs to Christ. Colossians 2:17

Historical Context

Paulus menulis kepada jemaat di Kolose sekitar tahun 60-62 M dari penjara, kemungkinan di Roma. Ia sendiri tidak mendirikan jemaat ini. Epafras, seorang mualaf dari Kolose, telah membawa Injil ke rumahnya dan kemudian pergi kepada Paulus dengan kabar yang mengkhawatirkan. Sebuah ajaran menyebar di antara jemaat yang menambahkan persyaratan tambahan di atas Kristus: aturan makanan, perayaan hari raya Yahudi dan bulan baru serta hari Sabat, perlakuan keras terhadap tubuh, pengalaman visioner, dan semacam penghormatan terhadap malaikat sebagai perantara antara Allah dan manusia.

Kolose terletak di Lembah Lycus di wilayah yang sekarang merupakan Turki barat, sebuah kota persimpangan tempat praktik sinagoge Yahudi, asketisme filosofis Yunani, dan agama-agama misteri lokal berbaur. Para pengajar yang mengganggu gereja tampaknya telah memadukan unsur-unsur dari masing-masing aliran tersebut, menjanjikan spiritualitas yang lebih dalam kepada siapa pun yang bersedia menaiki tangga aturan, puasa, dan pengetahuan rahasia. Bagi orang luar, hal itu tampak mengesankan. Seperti yang dikatakan Paulus dalam ayat 23, hal itu memiliki penampilan kebijaksanaan.

Seluruh surat Paulus menjawab hal ini dengan meninggikan Kristus. Dalam pasal 1, Dia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, Pribadi yang di dalam-Nya segala sesuatu tetap ada, serta Kepala dari tubuh, yaitu jemaat. Dalam pasal 2 ayat 9, seluruh kepenuhan keallahan berdiam secara jasmaniah di dalam Dia. Jadi, saat Paulus sampai pada bagian yang sedang kita bahas ini, argumennya sudah tersampaikan dengan jelas. Jika Kristus adalah segalanya, maka menambahkan sesuatu pada Kristus justru berarti menguranginya. Aturan makanan dan perayaan-perayaan itu memang bayang-bayang nyata yang dihasilkan oleh matahari yang sesungguhnya; namun, begitu matahari telah terbit, Anda tidak lagi mengejar bayang-bayang. Anda berjalan di dalam terang.

Reflection

Ada sejenis keagamaan yang terasa serius karena sifatnya yang keras. Keagamaan ini menghitung, melarang, dan mengukur berbagai hal. Keagamaan ini dapat memberi tahu Anda secara tepat apa yang Anda makan, apa yang Anda kenakan, dan apa yang Anda tonton. Dan Paulus mengatakannya dengan jelas: itu tidak sama dengan kekudusan. Hal itu bahkan bisa menjadi kebalikannya.

Perhatikan apa yang ia katakan tentang hal-hal yang tidak dapat dilakukan oleh aturan-aturan ini. Aturan-aturan tersebut tidak memiliki nilai untuk menghentikan pemuasan hawa nafsu kedagingan. Sama sekali tidak ada. Seseorang dapat menaati setiap aturan dalam daftar tersebut namun tetap sombong, tetap pahit hati, dan tetap diperbudak oleh dosa-dosa yang hidup di bawah permukaan yang tidak dapat dijangkau oleh aturan-aturan itu. Kedagingan hanya menertawakan pantangan/diet. Apa yang mematikan kedagingan adalah mati bersama Kristus.

Bahaya bagi kita sangatlah samar, karena kita biasanya tidak tergiur untuk menyembah malaikat atau merayakan bulan baru. Kita tergoda untuk membangun sangkar-sangkar yang lebih tenang: seorang Kristen yang mengukur kesetiaannya berdasarkan rencana pembacaan yang terselesaikan, antrean siniar (podcast) yang telah selesai didengarkan, afiliasi kelompok politik yang dipertahankan, serta pilihan hiburan yang dikurasi secara hati-hati. Tidak ada satu pun dari hal-hal ini yang salah. Namun, semuanya dapat menjadi hal yang Anda pegang teguh alih-alih memegang Sang Kepala.

Ujian dari Paulus sangatlah tajam. Apakah Anda memegang teguh Kristus? Bukan pada kebiasaan-kebiasaan Kristen, bukan pada budaya Kristen, bukan pada rasa hormat dari orang Kristen lainnya, melainkan pada Tuhan yang telah bangkit itu sendiri. Tubuh itu tumbuh, katanya, dari Sang Kepala. Jika terputus dari-Nya, Anda bisa saja sibuk dengan hal-hal yang terlihat kudus tetapi sebenarnya sedang layu.

Injil bukanlah daftar aturan yang lebih singkat. Injil adalah Pribadi yang telah mati untuk Anda, bangkit untuk Anda, dan kini dipersatukan dengan Anda oleh Roh. Hal-hal lainnya hanyalah bayangan. Dialah wujud yang sejati.

For Reflection

Di bagian mana dalam hidup Anda, Anda diam-diam telah mengganti ketaatan kepada Kristus dengan ketaatan pada suatu aturan, rutinitas, atau reputasi yang hanya menyerupai Dia?

Prayer

Tuhan Yesus, Engkau adalah hakikat dan aku terlalu sering mengejar bayangan. Ampuni aku atas agama yang telah kubangun untuk membuat diriku merasa aman, dan atas kesombongan yang kusalahartikan sebagai pengabdian. Ajari aku untuk berpegang teguh pada-Mu, Kepala yang hidup, dan membiarkan Roh-Mu melakukan pekerjaan mendalam yang tak dapat dilakukan oleh aturanku sendiri. Matikan apa yang masih bersifat kedagingan dalam diriku, dan tumbuhkan aku di dalam Engkau. Dalam nama-Mu, Amin.

Sumber asli

https://open.substack.com/pub/dailybibletruth/p/the-shadow-and-the-substance?utm_source=share&utm_medium=android&r=93na9p.

KRISTUS MEMBELI HIDUP KITA

Jean Valjean, saudaraku, jangan pernah engkau lupakan… sekalipun jangan engkau lupa… bahwa engkau berjanji kepadaku pada waktu makan malam kemarin bahwa engkau akan menjadi manusia yang baru.

Kristiawan Candra

“Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” 1 Kor 6:19-20

Jean Valjean, adalah seorang tokoh protagonis dari sebuah Novel Perancis oleh Victor Hugo, berjudul “Les Miserables”. Novel ini juga diangkat menjadi film layar lebar dengan judul yang sama, dan tokoh Jean Valjean diperankan oleh aktor ternama, Liam Neeson. Salah satu film yang terfavorit bagi saya.

Jean Valjean adalah seorang narapidana, yang baru saja dilepaskan setelah 19 tahun masa hukuman: 5 tahun karena mencuri roti untuk adik perempuannya yang kelaparan, dan 14 tahun karena beberapa kali mencoba melarikan diri. Dia dilepaskan dengan sebuah pasport kuning, sebuah pertanda di masyarakat setempat bahwa ia adalah ex-kriminal yang pernah dipenjara, dan diberi perintah untuk melaporkan diri ke kota Portalier, karena ex-kriminal tidak boleh memilih tempat tinggal secara bebas.

Dalam perjalanannya, ia singgah di kota Dygne. Malang baginya, ia ditolak oleh semua pemilik losmen yang tidak mau menerima ex-kriminal. Seseorang di jalan menyuruhnya untuk pergi ke sebuah gereja, dimana Uskup tua yang baik hati, Myriel, melayani. Uskup Myriel percaya kepada Valjean, mempersilakan ia masuk, memberinya makan malam, dan sebuah kamar tidur untuk ia menginap. Pada waktu malam, Valjean bangun untuk mencuri sendok dan piring perak kepunyaan sang Uskup. Sang Uskup yang terbangun dari tidurnya karena adanya keributan kecil, dipukulnya hingga pingsan. Tak disangka Sang Uskup, Valjean ditangkap keesokan harinya, oleh aparat polisi yang curiga akan gerak geriknya, dan ia pun dibawa lagi ke Sang Uskup.

Akan tetapi betapa terkejutnya si polisi ketika Si Uskup mengatakan bahwa piring-piring dan sendok-sendok perak itu adalah pemberian darinya untuk Valjean. Si Uskup bahkan memberi tambahan candlestick (penyangga lilin) perak miliknya untuk Valjean. Valjean yang bingung bertanya kepada sang Uskup: “mengapa engkau melakukan semua ini kepadaku?”.

Uskup Myriel membuka kerudung Valjean, tangannya mencengkeram erat bahu Valjean dan matanya yang biru bersinar menatap tajam Valjean, sembari berkata: “Jean Valjean, saudaraku, jangan pernah engkau lupakan… sekalipun jangan engkau lupa… bahwa engkau berjanji kepadaku pada waktu makan malam kemarin bahwa engkau akan menjadi manusia yang baru. Engkau bukan lagi milik si jahat (evil), dengan perak-perak ini aku membeli hidupmu. Aku menebusmu dari ketakutan masa lampau (fear), dan dari kebencian (hatred). Sekarang aku kembalikan kamu kepada Tuhan.”

Singkat cerita, film tersebut akhirnya mengisahkan bagaimana Jean Valjean bertobat. Ia membangun hidupnya menjadi pengusaha sukses dan akhirnya menjadi walikota yang dihormati oleh warganya.

Cerita ini menyentuh hati saya secara mendalam. Saya menjadi teringat sebuah ayat firman Tuhan yang menjadi ayat hapalan saya:

“Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat” 1 Petrus 1:18-19.

Dengan kematian Yesus di atas kayu salib, Ia menebus kita dari dosa-dosa, dan dari cara hidup kita yang lama dan sia-sia. Hidup yang sekarang kita jalani ini sebetulnya bukan milik kita lagi, tetapi milik Tuhan yang telah menebus hidup kita. Marilah kita berikan hidup kita untuk membawa kemuliaan bagi Allah, yang telah membeli lunas hidup kita dari hidup yang dikuasai dosa dan dari alam maut.

Kristiawan Candra, UI MIPA 2000
(Renungan Paskah 2009 #2)

KRISTUS MELUNASI HUTANG-HUTANG KITA

Sang Pencuri tidak berdaya dan hanya tertunduk lesu sementara vonis hakim dijatuhkan….

Kristiawan Candra

“….Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib.” Kolose 2:13-14

Adalah seorang pencuri yang tertangkap basah mencuri makanan di sebuah supermarket. Pencuri itu tidak punya pekerjaan setelah beberapa minggu di-PHK dan tidak punya uang untuk membeli makanan bagi kedua putrinya di rumah. Pencuri itu akhirnya dibawa dan dituntut ke pengadilan untuk menjalani proses hukum yang berlaku. Sang Hakim yang memimpin pengadilan ini berbelas kasihan kepada sang Pencuri, tapi Ia juga sadar dan tahu bahwa hukum tetap harus ditegakkan. Sang Pencuri tidak berdaya dan hanya tertunduk lesu sementara vonis hakim dijatuhkan: “denda $300 atau penjara 3 bulan!”. Tiba-tiba, segera setelah vonis dibacakan, Sang Hakim turun dari kursi pengadilannya, mendatangi pencuri tersebut, merogoh dompetnya, dan memberi uang tebusan $300 untuk pencuri tersebut. Oleh karena keadilan (justice), Sang Hakim memvonis hukuman karena pelanggaran sang pencuri. Pelanggaran tetap adalah pelanggaran apapun alasannya. Tetapi oleh karena belas kasihan (compassion), Sang Hakim membayar lunas denda pelanggaran untuk sang pencuri yang tidak berdaya.

Ilustrasi indah di atas menggambarkan hal yang sama yang dikerjakan Allah bagi kita, manusia yang berdosa.

Dalam kitab Roma 3, Rasul Paulus menjelaskan secara gamblang bahwa semua manusia dikuasai oleh dosa, dan tidak bisa tidak untuk berbuat dosa. Dan upah dosa adalah maut dan hukuman kekal. Mengetahui hal ini, Allah yang adalah Allah yang adil, sehingga dosa tetap harus diperhitungkan dan juga diberi penghukuman. Hanya saja hukuman dari dosa ini bukan berupa denda uang atau penjara sekian tahun. Tapi kematian kekal di neraka. Allah juga adalah Allah yang mengasihi kita. Sehingga IA mengutus Firman-Nya, menjelma menjadi manusia. IA turun ke dalam dunia, mendatangi kita, dan (lebih dari hakim tersebut yang “hanya” membuka dompetnya), Ia menyerahkan nyawa-Nya dan membayar lunas segala denda dari dosa-dosa kita.

Tahukah saudara, bahwa dosa seringkali diungkapkan oleh bahasa “hutang” dalam alkitab. Itu sebabnya ketika Petrus, dalam Matius 18, menanyakan kepada Tuhan Yesus berapa kali dalam sehari ia harus mengampuni saudaranya yang berbuat dosa kepadanya, Tuhan Yesus menjawabnya dengan sebuah perumpamaan tentang seorang yang berhutang kepada seorang raja. Kenapa “hutang” dipakai Tuhan Yesus sebagai analogi dosa? Hutang adalah sesuatu yang kurang, yang harus dipenuhi atau dibayar, sebagai bentuk dari kewajiban yang mutlak dari seorang yang berhutang ke sang pemberi pinjaman.

Ketika kita berdosa kepada Allah, kita sebetulnya “berhutang” kepada Allah, ada sesuatu yang secara fundamental kurang dari diri kita sehingga kita gagal memenuhi standard kekudusan Allah. Demikian juga ketika kita berdosa terhadap sesama kita, kita bisa dibilang sebagai orang yang berhutang kepada sesama kita… Ada sesuatu yang kurang dari diri kita, ada sesuatu yang belum kita “bayar” sebagai bentuk kewajiban kita terhadap sesama.

Oleh sebab itu, Yesus Kristus dideskripsikan dengan sangat indah dalam kitab Kolose, sebagai Pribadi Agung yang membayar lunas hutang-hutang dosa kita. DIA memakukan segala surat hutang yang mendakwa dan mengancam kita di pengadilan kekal nanti di atas kayu salib dan membebaskan kita, asal saja kita percaya dan menerima-Nya dalam hati kita. What Amazing Grace! Betapa anugrah Allah yang ajaib dalam Yesus Kristus, Tuhan kita!

TIDAK ADA PROBLEM YANG LEBIH BESAR BAGI SEORANG MANUSIA KETIMBANG DARI PROBLEM DOSA. DAN ALLAH TELAH MENYELESAIKANNYA DI ATAS KAYU SALIB 2000 TAHUN LALU!!! HALLELU-YAH!!!

Kristiawan Candra, UI MIPA 2000
(Renungan Paskah 2009 #1)

Ayat-ayat di Jumat Agung 2026

Kematian Kristus adalah sentral. Sulit digambarkan dengan kata-kata. Sedikit komentar berikut ini memberi warna tersendiri.

Setya

Ayat mana di Alkitab yang sangat berkesan bagi Rekan-rekan jika mengenang tentang kematian Kristus? (bbrp di grup wa Reg1)

Jumat Agung kali ini, beberapa teman menjawab pertanyaan tsb. Berikut ini beberapa dari antaranya:


He gave himself for us, to rescue us from all wickedness and to make us a pure people who belong to him alone and are eager to do good

Titus 2:14 (gnt)

Hidup sejati adalah hidup yang telah ditebus oleh Kristus, ditransformasi oleh kasihNya, dibebaskan dari masa lalu, dimurnikan dalam karakter, dan memiliki identitas serta tujuan hidup yang jelas, serta berdampak bagi orang lain🙏

Have a Blessed Good Friday all🙏⚘️

(Mona)

Ayat tsb termasuk yang sering saya cari/ingat… bagian akhirnya, dalam TB: …yang rajin berbuat baik.

Hari Jumat tsb, kami (anak mantu) memberi bingkisan ke tetangga (kiri dan kanan rumah). Berbuat baik adalah sesuatu yang tentunya senang kita kerjakan.

Tetapi tak disangka, kami dengan cepat menerima perbuatan baik balasan, meski kami tidak mengharapkannya seperti itu. Tetangga kanan rumah memberikan keramahtamahan yang indah. Tetangga kiri rumah sorenya mengirimkan cake Italia yang enak. Kemurahan hati diganjar kemurahan hati.

Ams. 11:17  Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.

dalam case Kristus, … Dia tetap berbuat baik ketika dalam perlakuan yang tidak baik… tetap berbuat baik kepada orang yang berlaku tidak baik pada-Nya

Yes 53:12  Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.


Buat saya selalu terharu betapa pengorbanan ya di kayu salib.

Rom 5:8
“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”

Ayat di atas saat ini mengingatkan saya, menerima orang bukan hanya di masa baiknya.

(Ida)


Saya sangat diberkati dari Galatia 2:20. Sejak bisa menghafalnya 45 th yg lalu, ayat itu terus saya ingat dan imani karena saya merasa, sangat bersyukur untuk apa yang Telah Tuhan Yesus lakukan untuk saya. 🙏

namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

(Arum)

Ya, itu ayat yang juga sangat keren… saya pernah baca buku (ketika SMA 😁)… ayat itu yang menggerakkan suatu kebangunan rohani di suatu wilayah/negara… nah, saya lupa detailnya… semoga suatu saat saya ingat… 🙏🏼

Kalau waktu saya di SMA itu, ayat hafalannya dibuat Gal 2:19b-20 (mulai 19b di TB)

Aku telah disalibkan dengan Kristus ; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

sebenarnya di NIV, ayat 20 itu mulai dg I have been crucified with Christ, tetapi terjemahan TB potongan tsb ada di 19b… TMS kita pakai sistem NIV tetapi TMS yang diterjemahkan pakai TB…

Saya coba tanya mbak Gemini:
Saya pernah membaca buku, bahwa konsep tsb mendorong kebangunan rohani di suatu negara? Itu sudah lama, mungkin 40 tahun lalu saya membaca buku tsb. Apakah kamu bisa memberikan indikasi itu buku apa dan di negara mana?

Jawabannya:
Identifikasi Kebangunan Rohani Karena Gal 2:20


Saya menghafalkan 2Kor. 5:17, bahasa Jawa, satu satunya yang sering saya kutip, (jika bersama teman dari Suku Jawa).
Kesempatan kemaren mampir di Madiun 2 malam, menikmati hal hal kecil tetapi berarti. Diberkati melihat kesetiaan teman-teman, walaupun para sesepuh sudah tidak ada lagi –sudah dalam kekekalan bersama Kristus.

Awal dari semua kehidupan. Jerry white saat ke Madiun, menghibur klg Maharyudi, … Nano, putra satu satunya, meninggal saat naik motor ke Solo acara (keraton/sekatenan?) seperti yang dialami mereka. Permulaan hidup adalah pada waktu kita mulai mengenal Kristus, dan kehidupan ini tidak diakhiri oleh kematian. Saya juga sangat diberkati.

Lydia

Terima kasih berbagi foto dan kabar dari Madiun, nte Lyd… selalu senang melihat wajah-wajah spt ini, apalagi Madiun… Bgmn pun, Madiun pernah menjadi tempat mengesankan bagi saya, dan bagi cukup banyak teman yang pernah AL di sana… maybe cukup banyak di grup ini adalah alumni AL Madiun… 🙏🏼

2 Kor. 5:17
Dadi sapa kang ana ing Sang Kristus, iku dadi titah anyar: kang lawas wus sirna, lan kang anyar pranyata wus teka.

Adi kalak ersada ras Kristus, ia me tinepa si mbaru, si male enggo lepas janah nehenlah, si mbaru enggo reh.

Asa molo di bagasan Kristus halak, na tinompa na imbaru ma i. Nunga salpu pangalaho na robi, gabe na imbaru.

Ase barang ise ibagas Kristus, na tinompa na baru ma in. Domma salpu sisapari, tonggor ma, domma gabe na baru.

Now we look inside, and what we see is that anyone united with the Messiah gets a fresh start, is created new. The old life is gone; a new life emerges!


Bagi saya sendiri, masa SMA adalah masa yang rada ekstrem. Cukup banyak hal ekstrem saya alami/lakukan, banyak pengertian dasar kerohanian menancap kuat di hati terdalam.

Ada satu ayat dari masa SMA –yang saya hafalkan– yang sangat berkesan dan mungkin salah satu ayat yang -kemudian- paling mudah membuat saya mengambil keputusan besar seperti menjadi staf sepenuh waktu di Navigator (ketika lulus kuliah):

2Kor 5:15  Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.  

Juga:

1Kor 7:23  Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia.


Ayat yang sama 2Kor 5:15 juga menjadi salah satu ayat renungan saya hari ini…

Selain ayat teladan Kristus utk merendahkan dan mengosongkan diri utk mengasihi kita…Fil 2:1-11

Selamat menikmati Jumat Agung utk kita semua.

(Okta)

Kerendahan hati kunci kehidupan. Jangan sampai melalui godokan “makan rumput”. (Luhut)


Saat Yesus mati, tabir Bait Allah terbelah dari atas ke bawah — Allah sendiri yang membuka jalan yang dahulu tertutup oleh dosa.

Kini tidak ada lagi jarak yang memisahkan kita dari hadirat-Nya. Datanglah dengan keberanian iman, karena melalui salib, kita diterima sepenuhnya.

Matius 27:50-51
Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah

Selamat Hari Jumat Agung,
Kiranya kita semua datang berjumpa Tuhan di hadapan Takhta Kasih Karunia-Nya.

(Ilse)

Ibrani 4:16
Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
(Imelda)


Berani mati karena Dia juga mati untukku😇 … berkesan dengan ayat ini sewaktu awal hidup baru.

Filipi 1:21
Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Ayat pegangan waktu ikut dan lead demo 97-99 😁🤭

Firman yg indah dan powerful ini, Bang. Ayat favoritku juga nih. Dari lead demo –> lead demu 😁 & Depok Raya 🔥 … (Ivan)


Ini ayat-ayat yang berkesan dan manis di hatiku:

1 Yoh. (John) 4

(9) Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. (10) Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

This is how God showed his love for us: God sent his only Son into the world so we might live through him. This is the kind of love we are talking about—not that we once upon a time loved God, but that he loved us and sent his Son as a sacrifice to clear away our sins and the damage they’ve done to our relationship with God. — The Message

(Ivan)


Selamat merenungkan arti kematian Kristus… 🙏🏼