Menderita sambil Mendampingi

Tuhan beserta kita dalam mengarungi kehidupan dan berada di antara orang-orang yang sedang mengarungi kesulitan… 🙏

Penderitaan ada di mana-mana, tidak terelakkan, dan cakupannya sering kali terasa sangat menekan. Jika Anda menghabiskan satu jam untuk membaca buku ini, lebih dari lima anak di seluruh dunia akan meninggal akibat penganiayaan dan kekerasan selama waktu tersebut. Jika Anda memberikan seluruh hari untuk membaca, lebih dari seratus anak akan meninggal secara tragis. Namun, ini tentu saja hanyalah salah satu dari bermacam-macam bentuk dan mode penderitaan. Ribuan orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas atau kanker setiap jamnya, dan ratusan ribu orang mendapati bahwa orang-orang yang mereka cintai telah pergi secara tiba-tiba. Itu sebanding dengan populasi sebuah kota kecil yang terhapus setiap hari, meninggalkan keluarga dan teman-teman yang hancur diterpa dampaknya.

Ketika kematian dalam jumlah sangat besar terjadi dalam satu peristiwa masif—seperti siklon Bhola tahun 1970 di Bangladesh, tsunami Samudra Hindia tahun 2004, atau gempa bumi Haiti tahun 2010—yang masing-masing menewaskan 300.000 jiwa atau lebih sekaligus—hal itu menjadi berita utama di seluruh dunia dan membuat semua orang terguncang oleh kehancurannya. Namun, statistik bisa menyesatkan. Bencana-bencana bersejarah seperti itu sebenarnya tidak benar-benar mengubah tingkat penderitaan. Puluhan ribu orang meninggal setiap hari dalam tragedi yang tidak terduga, dan ratusan ribu orang di sekitar mereka hancur oleh rasa duka dan guncangan emosional. Sebagian besar dari mereka tidak memicu berita utama karena rasa sakit dan kesengsaraan adalah hal yang lumrah di dunia ini.

(Kutipan/terjemahan dari halaman pertama Walking with God through Pain and Suffering, Timothy Keller)

Di tengah sulitnya kehidupan, oleh kasih karunia Tuhan, kita masih sering dipakai untuk menemani orang dunia ini yang juga mengalami kesulitan. Dan kita telah/sedang dikuatkan Tuhan, supaya kita bisa menguatkan mereka, sehingga mereka bergantung pada Tuhan.

___
Saat menuliskan ini, kebetulan buku tsb sedang diskon, 40rb rp di google play book, 1.99 usd di kindle, jika berminat, silakan search… 🙏

Bagianku Yang Singkat dan Kecil

Pengkh 1:4-5  Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada. Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali.  

Merenungkan tentang waktu, merenungkan tentang masa hidup. Peran dan apa yang kita lakukan di bumi ini ada batasannya: waktu/umur, fase hidup, tempat tinggal, dan bagi bbrp orang tugas/jabatan organisasi (yang tentu lebih pendek lagi), dst. Semoga kita bisa maximize apa yang bisa kita lakukan dalam ceruk waktu kita masing-masing… 🙏

Dan puas, dengan apa yang bisa kita lakukan, dengan menyadari, kita tidak bisa melakukan banyak. Memang Tuhan tahu kita tidak bisa melakukan banyak, tetapi itu cukup. Akan disambung generasi berikutnya, atau orang lain. 🙏

Psa 19:2-3  Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.